Selasa, 14 April 2009

Seks & Mitos

MITOS dalam bidang seksual seolah tidak pernah ada habisnya. Tak heran, banyak orang kerap salah jalan atau tersesat.

Sebut saja mitos mengenai darah monyet yang oleh suatu komunitas dipercaya bisa mencegah dan menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Ada juga yang mempercayai bahwa minum antibiotik sebelum melakukan hubungan seksual dengan pelacur dapat mencegah atau menahan penularan penyakit menular seksual.



Pertapaan Ratu Kalinyamat di Jepara dan Pantai Parangkusumo di Yogyakarta dipercayai sebagai tempat yang dapat membuat seseorang tampak lebih muda kalau melakukan ritual tertentu. Parahnya, ritual itu adalah melakukan hubungan seks dengan anak-anak atau dengan gadis yang masih perawan.

Sebenarnya apa sih mitos itu? Prof Koentjoro, MBSc, Ph D, psikolog dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dalam simposium kedokteran seksual di Hotel Hyatt Regency, Surabaya, menyebutkan bahwa mitos merupakan ide atau cerita yang dipercayai banyak orang, meski faktanya tidak benar.

Psikolog yang meneliti perihal pelacuran sejak tahun 80-an ini menyebutkan, mitos juga bisa berupa cerita kuno yang dibuat untuk menjelaskan kejadian alami atau peristiwa historis. Jadi, jelas bahwa mitos merupakan kepercayaan yang diyakini masyarakat, meski tidak benar faktanya.

Selanjutnya, Prof Koentjoro mengungkapkan, pelacuran yang ada sekarang ini memiliki kaitan erat dengan tingginya kejadian perceraian. Tahun 1950 mungkin merupakan tahun di mana angka rata-rata perceraian tertinggi bahkan di seluruh dunia.

Anehnya, di masyarakat tertentu, para janda justru semakin bangga dengan status kejandaannya. Semakin kerap menjadi janda berarti semakin dicari atau dibutuhkan pria.

“Bahkan tindakan ini justru jadi ajang kompetisi,” ujarnya.

Di sisi lain, di sebagian besar komunitas masyarakat Indonesia, seks masih dianggap tabu. Namun, justru nyatanya fakta tidak menunjukkan demikian. Paradoks atau kontradiksi terjadi di mana-mana. Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta membuktikan, berdasarkan riset yang pernah mereka lakukan, setidaknya di Yogyakarta terdapat 25 toko seks (sex shop).

Tidak bisa disangkal, toko semacam itu akan menunjang perluasan prostitusi dan relasi tidak sehat yang pada akhirnya akan menghancurkan kehidupan rumah tangga./*
ABD

Sumber : Kompas

Read More......

ONANI..????

Onani, masturbasi, coli, main sabun, :r dst merupakan satu istilah untuk menyatakan kegiatan yg dilakukan seseorang yg masih muda dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, dengan menggunakan tambahan alat bantu sabun atau benda-benda lain, sehingga dengannya dia bisa mengeluarkan mani dan membuat dirinya (lebih) tenang.

Istilah Onani sendiri, berdasar dari beberapa buku yg aku baca, berasal dari kata Onan, salah seorang anak dari Judas, cucu dari Jacob. Dalam salah satu cerita di Injil, diceritakan bahwa Onan disuruh ayahnya (Judas) untuk bersetubuh dengan istri kakaknya, namun Onan tidak bisa melakukannya sehingga saat mencapai puncaknya, dia membuang sperma/mani-nya di luar (di kemudian hari tindakan ini dikenal dg istilah azl (Arab) atau coitus interruptus (istilah kedokterannya). (catatan: dari beberapa rujukan yg aku terima ada 2 versi utk kasus Onan ini. Ada yg berpendapat bahwa Onan berhubungan badan dg istri kakaknya lalu membuang mani di luar, ada yg menyebutkan Onan tidak menyetubuhi istri kakaknya ini dan melakukan pemuasan diri sendiri).


Onani, masturbasi, coli, main sabun, dst dst merupakan satu istilah untuk menyatakan kegiatan yg dilakukan seseorang yg masih muda dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, dengan menggunakan tambahan alat bantu sabun atau benda-benda lain, sehingga dengannya dia bisa mengeluarkan mani dan membuat dirinya (lebih) tenang.

Istilah Onani sendiri, berdasar dari beberapa buku yg aku baca, berasal dari kata Onan, salah seorang anak dari Judas, cucu dari Jacob. Dalam salah satu cerita di Injil, diceritakan bahwa Onan disuruh ayahnya (Judas) untuk bersetubuh dengan istri kakaknya, namun Onan tidak bisa melakukannya sehingga saat mencapai puncaknya, dia membuang sperma/mani-nya di luar (di kemudian hari tindakan ini dikenal dg istilah azl (Arab) atau coitus interruptus (istilah kedokterannya). (catatan: dari beberapa rujukan yg aku terima ada 2 versi utk kasus Onan ini. Ada yg berpendapat bahwa Onan berhubungan badan dg istri kakaknya lalu membuang mani di luar, ada yg menyebutkan Onan tidak menyetubuhi istri kakaknya ini dan melakukan pemuasan diri sendiri).

Bagaimana hukum onani di Islam?

Banyak ulama yang menyatakan haram, dengan dasar surat Al Mu’minun (23):5-7, yg artinya (lebih kurang):
“Dan, orang-orang yg memelihara kemaluannya kecuali terhadap istrinya atau hamba sahayanya, mereka yg demikian itu tidak tercela. Tetpai, siapa mau selain yg demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yg melewati batas”
Dengan demikian, onani adalah orang yg tidak melepaskan syahwat BUKAN pada tempatnya.

Ahmad bin Hanbal sendiri mempunyai pendapat bahwa mani adalah barang kelebihan, dengan demikian dia boleh dikeluarkan. Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Akan tetapi, kondisi ini diperketat dg syarat2 yg ditetapkan oleh ulama-ulama Hanafiah, yakni:
1. takut berbuat zina;
2. tidak mampu kawin.

Dengan kata lain, dengan dalil dari Imam Ahmad ini, onani boleh dilakukan apabila suatu ketika insting (birahi) itu memuncak dan dikhawatirkan bisa membuat yang bersangkutan jatuh/melakukan hal yg haram. Misalnya, seorang pemuda yg sedang belajar di luar negeri, karena lingkungan yg terlalu bebas baginya (dibandingkan dengan kondisi asalnya) akibatnya dia sering merasakan instingnya memuncak. Daripada dia melakukan perbuatan zina, maka dalam kasus ini dia diperbolehkan onani.

Akan tetapi, bagaimanapun kondisinya, alangkah lebih baik jika petunjuk Rasululloh SAW yg diikuti. Beliau menganjurkan bagi para pemuda yg instingnya senantiasa bergelora untuk segera menikah. Apabila belum sanggup menikah, maka beliau menyarankan untuk memperbanyak melakukan shaum/puasa (senin-kamis, atau puasa sunnah lainnya), karena puasa dapat mendidik beribadah, mengajar bersabar, dan menguatkan kecekatan untuk bertakwa dan keyakinan terhadap pengamatan ALLOH terhadap tiap jiwa.

Selain itu, onani bisa ‘menyesatkan’ karena efek ketagihannya, dan jika dilakukan di bulan Ramadhan akan MEMBATALKAN PUASA KITA, karena onani = perbuatan yg sengaja untuk mengeluarkan mani. Perbuatan ini dikategorikan sebagai hal yg bisa membatalkan puasa.

Dari uraian di atas, aku menyimpulkan bahwa meski onani diperbolehkan (dg syarat2 yg telah ditetapkan), namun alangkah baiknya tidak dilakukan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di kemudian hari. Adapun sebagai solusi dari insting (birahi/libido) yg tinggi, sebaiknya kita perbanyak berpuasa karena banyaknya manfaat yg bisa dicapai.

Selain itu jika onani ini dilakukan terus, dengan frekuensi dan fantasi seksual tertentu, hal itu dapat membuat onani menjadi “ukuran ideal” kenikmatan seksual. Akibat terjauh adalah perasaan yang tak nikmat dikala melakukan hubungan seks yang sebanarnya. Dari banyak tulisan kesehatan dan konsultasi yg aku baca, banyak kasus bagi pelaku onani adalah perasaan, “kok lebih enak dengan onani daripada hubungan intim?” Nah, kondisi hal semacam itulah yang harus dihindari karena membuat hubungan seks menjadi hambar, ejakulasi dini terjadi, dan tak dapat memuaskan pasangan.

Pada akhirnya, semuanya aku serahkan pada pembaca, apakah akan melakukan onani atau berusaha meredamnya dg banyak melakukan puasa…insya ALLOH berpuasa yg lebih utama dan lebih bermanfaat:)

Read More......

Efek Onani

Dampak fisik onani sampai sekarang belum ditemukan efek yang membahayakan. ada yang mengatakan onani menyebabkan kemandulan, ejakulasi dini, impoten, dll itu semua hanyalah mitos.

Onani seperti halnya melakukan hubungan intim, frekwensi pengeluaran sperma saat onani juga sama. Hanya yg membedakan tidak ada pemanasan.

Saat berhubungan badan, adanya pemanasan memberikan estimasi kekuatan yg terukur. Misalnya bangun pagi langsung mandi, tubuh akan terasa kaget. Mungkin hal ini bisa disamakan dengan onani. Dengan kondisi badan yg tidak fit, tapi hormon dikeluarkan secara paksa yg terjadi adalah badan langsung lemas. Capek, lemas, tapi sering onani disertai konsumsi gizi yg tidak cukup yg secara tidak langsung memberikan efek samping tersebut.

Yg benar benar dampak buruk onani adalah dampak psikis. Hal ini akibatnya sangat fatal. Bisa menimbulkan gangguan jiwa seperti fobia mendekati perempuan, merasa diri berdosa, cepat marah, dll. Bila dibiarkan terus menerus dapat menjadi permanen. Kondisi ini dialami juga oleh wanita. Bila pada pria kasus ini sering didapati pada usia yg masih remaja, pada wanita berbeda karena terjadi saat sudah dewasa. Mungkin karena tidak mendapat kepuasan dari suami, selalu lama mendapat orgasme. Sampai kasus frigid yakni tidak bergairah secara sexual.

Jadi dampak negatif onani lebih ke psikis dari pada fisik. Sehingga disarankan jangan terlalu sering onani. Biasakan jgn sering di dalam kamar, atau mengurung diri. Banyak aktifitas, seperti olahraga, bermusik, berkumpul dengan teman teman seprofesi, dll.

Kalau bisa diimbangi dengan olahraga dan makan bergizi. Pikiran sehat dan aktifitas bisa mengurangi onani. Dan walaupun hormon harus dikeluarkan, paling tidak kondisi badan masih fit, sehingga tidak mengganggu rutinitas keseharian anda



Read More......
 

Home | Kampus | My Friendster | Posts RSS | Comments RSS | Blog Clasic

Gudang Artikel © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu